SHALAT SESUAI TUNTUNAN NABI SAW
(Mengupas Kontroversi Hadits sekitar Shalat)
Karya : Syakir Jamaluddin, M.A
Revisi ke-2
BAB III
SHALAT
A. Shalat Jama’ah
Terlalu banyak hadits Nabi SAW yang menekankan penting dan utamanya shalat wajib berjama’ah apalagi dilaksanakan tepat waktu (yakni diawal waktu) di masjid. Sedangkan Allah SWT kadang menggandengkan perintah shalat berjama’ah setelah menyebutkan perintah shalat dan zakat:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Artinya :” Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah/2:43).
Disana ada nilai ukhuwah, kebersamaan, dan silaturrahmi antar sesama saudara muslim, ada nilai gerakan meninggalkan kemalasan, dan masih banyak manfaat yang bisa diperoleh sehingga orang yang melangkahkan kakinya untuk berjama’ah di masjid menurut Nabi SAW akan dinaikkan derajatnya oleh Allah hingga 25 atau 27 derajat, atau anatara 23-29 derajat, dihapuskan kesalahannya dan senantiasa dido’akan malaikat supaya Allah memberikan shalawat dan kasih sayang kepadanya. (HSR. Al-Bukhari, Muslim, dll).
Sedemikian pentingnya shalat berjama’ah sehingga Nabi SAW sempat punya keinginan untuk membakar rumah orang yang tidak ikut shalat berjama’ah padahal dia tidak punya udzur (halangan) untuk berjama’ah di masjid (HSR. Al-Bukhari dan Muslim). Meskipun ini hanya keinginan Nabi SAW yang tidak pernah dan tidak boleh diwujudkan, namun hadits diatas hanya ingin menunjukkan pentingnya shalat berjama’ah di masjid bagi mukmin padahal tidak ada udzur, seperti: karena sakit, hujan, jarak rumah jauh dari masjid, atau kesibukan yang luar biasa yang tidak mungkin ditinggalkan, dan semacamnya. Bahkan sekiranya sudah shalat dirumah, namun ternyata masih mendapatkan shalat jama’ah di masjid, maka Nabi SAW menganjurkan untuk tetap ikut berjama’ah. Hal ini didasarkan pada kasus dua orang yang duduk disisi masjid, dan tidak ikut shalat berjama’ah di waktu subuh sehingga Nabi SAW bertanya kepada mereka: “Apa sih yang mencegahmu sehingga kalian tidak ikut shalat bersama kami?” kata keduanya: “ kami sudah shalat dirumah kami!” maka beliapun berkata kepada keduanya:
لَا تَفْعَلُوْا، إِذَا صَلََّى أَحَدُكُمْ فِيْ رَحْلِهِ ثُمَّ أَدْرَكَ اْلإِمَامَ وَلَمْ يُصَلِّ، فَلْيُصَلِّ مَعَهُ فَإِنَّهَا لَهُ نَافِلَةٌ
Artinya :”Jangan kamu lakukan (itu lagi), bila salah seorang kamu sudah shalat diirumahmu kemudian masih mendapati imam belum shalat (di masjid), maka hendaklah ikut shalat bersamanya, maka sesungguhnya itu (yakni shalat kedua) dihitung shalat sunah baginya.” (HSR. Abu Dawud, Ahmad, dari Al-Aswad ra).
Hadits ini menunjukkan pentingnya shalat berjama’ah walaupun kita tahu bahwa pada asalnya tidak ada shalat sunah setelah shalat Subuh kecuali bagi yang biasa merutinkan shalat sunah Fajar dan bagi orang yang masih mendapatkan shalat jama’ah Subu walaupun sudah shalat Subuh dirumahnya.
Namun jika memang tidak sempat shalat berjama’ah di masjid maka upayakan tetap shalat berjama’ah dimanapun dengan memprioritaskan tuan rumah sebagai imam shalat, kecuali tuan ruamah mempersilahkan orang yang lebih layak untuk menjadi imam. Jika ada yang merasa dirinya paling layak untuk menjadi imam shalat menurut kriteria As-Sunah, maka sebaiknya tetap minta ijin pada tuan rumah untuk menjadi imam shalat. Hal ini karena Nabi SAW sendiri minta ijin untuk mengimami shalat dirumah sahabatnya: ‘Itban bin Malik sbelum maju mengimami mereka (HR. Al-Bukhari, 1/175: 686).
Di tulis ulang oleh : Khudhori
BACA JUGA :
SHALAT (Jarak safar yang dibolehkan jama’ dan qashar)
SHALAT (berdo’a dengan mengangkat kedua tangan)
SHALAT (Dzikir dan Do’a setelah Shalat)
SHALAT (Sujud Sahwi dan Sujud Tilawah)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 10/Salam)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 9)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 8)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 7)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 6)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 5)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 4)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 3)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 2)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 1)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 3)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 2)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 1)
SHALAT (Fungsi dan Hikmah Shalat)
SHALAT (Hukum Meninggalkan Shalat)
SHALAT (Arti dan Kedudukan Shalat)
Pengertian dan Pembagian Ibadah
Prinsip-prinsip Ibadah bagian 1
