by woy16

Halaman

Arsip Blog

SHALAT SESUAI TUNTUNAN NABI SAW : SHALAT (Bagaimana hukum berdo’a dengan mengangkat kedua tangan dan mengusapkannya kewajah?)

 

SHALAT SESUAI TUNTUNAN NABI SAW

(Mengupas Kontroversi Hadits sekitar Shalat) 

 Karya : Syakir Jamaluddin, M.A

Revisi ke-2

  

BAB III

SHALAT

  

Bagaimana hukum berdo’a dengan mengangkat kedua tangan dan mengusapkannya kewajah?

Memang tidak ditemukan hadits yang menyebutkan secara khusus bahwa setelah shalat, Nabi SAW berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya. Namun tidak dipungkiri bahwa secara umum kalau Nabi SAW berdo’a, beliau mengangkat kedua tangannya. Terlalu banyak sahabat yang menceritakan hal ini, seperti Abu Musa Al-Asy’ari, Ibnu Umar, Anas bin Malik, Abu Hurairah, dll. Sehingga sebagian ulama’ hadits menyatakan haditsnya mutawatir. Dalam redaksi Al-Bukhari, bahwa menurut Abu Musa ra:

دَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ رَفَعَ يَدَيْهِ وَرَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ

Artinya: “Nabi SAW berdo’a kemudian mengangkat kedua tangannya, dan aku melihat putih kedua ketiaknya.” (HSR. Al-Bukhari, 8/92: Bab Raf’i Al-Aidi fi Ad-Du’a)

Dalam redaksi Muslim, An-Nasa’i dll dari Anas dan Abu Hurairah ra, bahwa:

يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِى الدُّعَاءِ حَتَّى يُرى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ

Artinya: “Beliau mengangkat kedua tangannya dalam berdo’a hingga terlihat putih kedua ketiaknya.” (HSR. Muslim, An-Nasa’i, Ahmad).

Sebagian ulama’ memahami hadits diatas berkenaan dengan shalat istisqa’ (minta hujan) karena memang sebagian hadits menyebutkannya demikian, namun sebagiannya lagi tidak, sehingga secara keseluruhan sunnah mengangkat tangan saat berdo’a. Demikian pula sebelum melempar jumrah ke-2 dan ke-3, Ibnu Umar menghadap qiblat:فَيَدْعُوْ وَيَرْفَعُ يَدَيْهِ: “Lalu berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya, kemudian menyandarkan perbuatannya ini kepada Rasulullah SAW (HSR. Al-Bukhari, 2/219, Ibnu Hibban, 9/199, Al-Baihaqi). Salman Al-Farisi juga menceritakan bahwa Nabi SAW bersabda:

إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ، يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu Maha Hidup dan Maha Mulia, Dia sangat malu kepada hamba-Nya yang apabila menengadahkan kedua tangannya (berdo’a) kepada-Nya, Dia mengembalikan kedua-Nya dalam keadaan kosong.” (HHR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim).

Dengan demikian, ada tuntunan menurut As-Sunnah untuk mengangkat kedua tangan dalam berdo’a, termasuk berdo’a setelah shalat. Akan tetapi hadits yang menuntunkan untuk mengusapkan kedua tangannya ke wajah setelah berdo’a dengan mengangkat kedua tangan adalah dha’if. Hadits dha’if ini disandarkan kepada Umar bin Al-Khattab ra bahwa Rasulullah SAW:

 إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَحُطَّهُمَا (لمَ ْيَرُدَّهُمَا) حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

Artinya: “Apabila mengangkat kedua tangannya dalam berdo’a, beliau tidak meletakkan (tidak mengembalikan) keduanya hingga beliau mengusapkan keduanya pada wajahnya.”

Bahkan riwayat Abu Dawud 91/552:1487) yang disandarkan kepada Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW menyuruh berdo’a dengan menengadahkan bagian dalam telapak tangan, bukan dengan punggung telapak tangan, lalu:فَإِذَا فَرَغْتُمْ فَامْسَحُوْا بِهَا وُجُوْهَكُمْ: “Bila telah selesai berdo’a, maka usapkanlah dengannya pada wajahmu” adalah sangat lemah (dha’if jiddan) karena Shalih bin Hassan adalah pendusta yang haditsnya matruk dan munkar. Inilah sebabnya sebagian ulama’ ada yang membid’ahkannya jika dijadikan syarat mengakhiri do’a. Tetapi jika hal tersebut tidak dianggap sebagai syarat/keharusan atau dan tidak dianggap sunnah, sebenarnya tidak masalah, apalagi umumnya kita melakukan hal ini sebagai refleks atau kebiasaan setelah mengakhiri do’a.

 

Di tulis ulang oleh : Khudhori 

 

BACA JUGA :

SHALAT (Dzikir dan Do’a setelah Shalat)

SHALAT (Sujud Sahwi dan Sujud Tilawah)

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 10/Salam) 

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 9)

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 8)  

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 7) 

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 6)

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 5)

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 4)

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 3)

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 2) 

SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 1) 

SHALAT (Adzan dan Iqamah) 

SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 3) 

SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 2)

SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 1) 

SHALAT (Fungsi dan Hikmah Shalat) 

SHALAT (Hukum Meninggalkan Shalat) 

SHALAT (Arti dan Kedudukan Shalat) 

Tayammum 

Mandi 

Mengusap kedua khuf 

Pengertian dan Pembagian Ibadah 

Falsafah Ibadah 

Prinsip-prinsip Ibadah bagian 1 

Prinsip-prinsip Ibadah bagian 2 

Pengertian Thaharah 

Alat Bersuci 

Najis dan Hadats 

Wudlu 

Hal-hal yang Membatalkan Wudlu 

📚 Daftar Postingan