SHALAT SESUAI TUNTUNAN NABI SAW
(Mengupas Kontroversi Hadits sekitar Shalat)
Karya : Syakir Jamaluddin, M.A
Revisi ke-2
BAB III
SHALAT
9. Salam. Setelah berdo’a dalam tasyahhud akhir, kemudian salamlah dengan berpaling kekanan hingga terlihat pipimu dari belakang dengan membaca:
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَكَاتُهُ
“Assalaamu’alaikum warahmatullah, lalu berpaling kekiri juga dengan salam yang sama.
Baik salam kekanan maupun kekiri tanpa mengucapkan tambahan wabaraka’atuh (HSR. Muslim, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dll) inilah hadits yang paling kuat, disepakati keshahihannya oleh semua ulama’, dan disebut sebagai salam alternatif pertama oleh Abu Dawud. Sementara hadits salam penutup shalat dengan tambahan wabaraka’atuh untuk kedua sisi, ada khilafiyah (perbedaan pendapat) dikalangan ulama’. Jika berpegang pada kaidah:اَلْمُتَّفَقُ عَلَيْهِ أَوْلَى مِنَ اْلمُخْتَلَفِ فِيْهِ: “Hadits yang disepakati lebih utama daripada yang diperselisihkan padanya.”, maka lebih aman kiranya jika mendahulukan salam alternatif pertama. Tetapi kalaupun ada yeng tetap menggunakan salam dengan tambahan wabaraka’atuh, maka berdasarkan salam alternatif kedua dalam HR. Abu Dawud dan Ath-Thabrani, maka hanya boleh dilakukan kekanan saja. Hal ini karena sejauh penelitian penulis tidak ada hadits maqbul dari Nabi SAW yang menuntunkan salam dengan tambahan wabaraka’atuh pada kedua sisi kanan dan kiri, apalagi pada sisi kiri saja.
Ada satu lagi salam yang lebih singkat dan juga didasarkan pada hadits shahih, yakni: اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ: kanan dan kiri. Menurut Jabir bin Samurah bahwa setelah Nabi SAW salam: اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ: kekanan dan kekiri, beliau melihat sahabat mengibaskan tangan kanannya kekanan saat salam kekanan kemudian mengibaskan tangan kirinya saat salam kekiri seperti ekor kuda yang lari terbirit-birit (كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ) lalu beliau menegurnya supaya tetap tenang dan cukup meletakkan tangannya diatas pahanya, lalu slam kekanan dan kekiri (HSR. Muslim 2/29:996-998, An-Nasa’i, Ahmad, Al-Baihaqi, Ibnu Khuzaimah, Ath-Thabrani). Poin inti dari hadits ini, sealin kita dilarang mengibaskan tangan saat salam kekanan dan kekiri juga Nabi SAW mencontohkan salam singkat seperti diatas. Tetapi salam singkat kekanan dengan ungkapan: اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ: lalu kekiri: اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ: adalah hadits dha’if yang tidak layak dijadikan hujjah
Perhatian:
- Semua gerakan shalat harus dilakukan dengan tenang dan sempurna (thuma’ninah) (Muttafaq ‘Alaih).
- Tidak ada perbedaan yang mendasar antara tata cara gerakan shalat pria dan wanita karena memang tidak ada hadits yang maqbul mengenai adanya perbedaan tersebut.
Di tulis ulang oleh : Khudhori
BACA JUGA :
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 9)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 8)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 7)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 6)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 5)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 4)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 3)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 2)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 1)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 3)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 2)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 1)
SHALAT (Fungsi dan Hikmah Shalat)
SHALAT (Hukum Meninggalkan Shalat)
SHALAT (Arti dan Kedudukan Shalat)
Pengertian dan Pembagian Ibadah
Prinsip-prinsip Ibadah bagian 1
