SHALAT SESUAI TUNTUNAN NABI SAW
(Mengupas Kontroversi Hadits sekitar Shalat)
Karya : Syakir Jamaluddin, M.A
Revisi ke-2
BAB III
SHALAT
G. Sujud Sahwi dan Sujud Tilawah
Sujud sahwi adalah sujud dua kali yang dilaksanakan diakhir shalat karena lupa atau ragu dalam gerakan shalat. Tentu Wajar jika sebagai manusia kadang kita lupa dan tidak fokus saat melaksanakan shalat. Nabi SAW pun pernah lupa dalam shalatnya karena beliau juga manusia seperti kita. Kata Nabi SAW:
...إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي .......
Artinya: “...Saya ini manusia biasa seperti kalian juga. Kadang saya lupa sebagaimana kalian juga lupa. Maka jika saya lupa, kalian ingatkan saya.....” (Muttafaq ‘Alaih, dari Ibnu Mas’ud ra).
Kasus lupa yang kita alami pada umumnya terjadi saat shalat dhuhur dan ‘Ashar, sama dengan Nabi SAW. Tapi kalau kita sering lupa, sebaiknya posisikan diri sebagai ma’mum, jangan jadi imam shalat.
Sujud ini dilakukan dua kali sebelum salam atau setelah salam dengan bertakbir setiap pindah gerakan dengan rincian sebagai berikut:
1. Jika lupa dalam shalat dengan kelebihan jumlah raka’at shalatnya, maka setelah salam disunahkan sujud dua kali dalam keadaan duduk dengan bertakbir setiap kali sujud kemudian salam lagi. (HSR. Al-Bukhari, Muslim, dll, dari Ibnu Mas’ud ra).
2. Jika lupa dalam keadaan sudah salam sebelum sempurna jumlah raka’atnya, maka ia wajib menyempurnakan sisa raka’atnya, kemudian setelah salam disunahkan sujud dua kali kemudian salam lagi.” (HSR. AL-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah ra)
3. Jika lupa dengan meninggalkan kewajiban (rukun)shalat, misalnya lupa tahiyyat awal, maka disunahkan sujud dua kali sebelum salam.” (HSR. Al-Bukhari, Muslim, dll dari abdullah bin Buhainah ra).
4. Jika ragu, apakah sedang mengerjakan raka’at ketiga atau keempat dan dia sama sekali tidak memiliki keyakinan yang mantap, maka pilihlah raka’at yang minimal (yakni raka’at ketiga) kemudian sempurnakan sisa raka’at yang kurang lalu sujudlah dua kali sebelum salam. (HSR. AL-Bukhari, Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri ra).
5. Jika ragu tapi dia memiliki keyakinan yang lebih kuat kepada raka’at yang lebih banyak (keempat misalnya), maka setelah salam tetap disunnahkan sujud dua kali kemudian salam. (HSR. Al-Bukhari, Muslim, dari Ibnu Mas’ud dan Abu Sa’id ra).
Perlu diketahui bahwa tidak ada riwayat yang sahih tentang bacaan sujud sahwi, sehingga cukup sujud saja tanpa perlu membaca bacaan apapun, atau boleh juga membaca do’a sujud yang lain asal maqbul haditsnya.
Adapun tentang sujud tilawah yakni sujud yang dilakukan didalam atau diluar shalat karena mendengar ayat sajdah dalam pembacaan Al-Qur’an (QS. Maryam/19:58), maka disunnahkan untuk bertakbir dan bersujud satu kali dengan membaca:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ
Artinya: “Wajahku sujud kepada Tuhan yang menciptakannya, yang melukisnya, yang memberi penglihatan dan pendengaran, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.” (HSR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dari ‘Aisyah)
Ayat-ayat sajdah (sujud) ada di 15 tempat, yaitu: QS. Al-A’raf/7:206, Qs. Ar-Ra’d/13:15, QS. An-Nahl/16:49, QS. Al-Isra’/17:107, Qs. Maryam/19:58, QS. Al-Hajj/22:18 dan 77, QS. Al-Furqan/25:60, QS. As-Sajdah/32:15, QS. An-Naml/27:25, Qs. Shad/38:24, QS. Fushshilat/41:37, QS. An-Najm/53:62, QS. Al-Insyiqaq/84:21, dan QS. Al-Alaq/96:19.
Di tulis ulang oleh : Khudhori
BACA JUGA :
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 10/Salam)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 9)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 8)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 7)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 6)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 5)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 4)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 3)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 2)
SHALAT (Tata Cara Shalat Nabi SAW : 1)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 3)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 2)
SHALAT (Syarat Sahnya Shalat : 1)
SHALAT (Fungsi dan Hikmah Shalat)
SHALAT (Hukum Meninggalkan Shalat)
SHALAT (Arti dan Kedudukan Shalat)
Pengertian dan Pembagian Ibadah
Prinsip-prinsip Ibadah bagian 1
